Halo Couples! Artikel ini akan membahas tentang adat istiadat Pernikahan nih,
Couples! Negara kita, Indonesia sangat kaya akan budaya dan adat istiadat, termasuk adat
istiadat pernikahan yang masih dijalankan hingga saat ini. Proses pernikahan adat tidaklah
sederhana. Ada serangkaian proses adat yang harus dilalui dari tahap awal hingga akhir.
Salah satunya yaitu Pernikahan Adat Suku Jawa. Suku Jawa terkenal memiliki proses adat
istiadat pernikahan yang panjang. Terdapat 3 jenis adat pernikahan suku Jawa, antara lain
Jawa Yogyakarta, Jawa Solo, dan Jawa Semarang. Kali ini kami akan fokus membahas
Pernikahan Adat Yogyakarta dulu ya, Couples! Yuk kita simak prosesi Pernikahan Adat
Yogyakarta ini.
1. Nontoni
Nontoni adalah tahap awal dalam proses menuju pernikahan. Nontoni adalah sebuah
prosesi untuk mengenalkan calon pengantin pria dan calon pengantin wanita. Nontoni
dalam bahasa Indonesia artinya melihat, hal ini dilakukan karena pada jaman dahulu
calon mempelai biasanya belum mengenal dan mengetahui siapa orang yang akan
dinikahinya.
2. Lamaran
Melamar artinya meminang, di prosesi ini, orang tua pihak laki-laki mendatangi orang
tua pihak permepuan untuk meminang calon pengantin perempuan. Biasanya pihak
keluarga laki-laki datang membawa oleh-oleh makanan ang terbuat dari ketan seperti
wajik, tetelan, wingko dll. Hal ini dilakukan karena ketan memliki sifat yang lengket,
diharapkan kelak pasangan pengantin dan besan akan lengket.
3. Peningsetan
Peningsetan berasal dari bahasa Jawa, yang berarti “pengikat” dalam bahasa
Indonesia. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu berisi berbagai
barang seserahan dan makanan yang harus diserahkan pihak pria kepada pihak wanita.
4. Tarub
Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi
tratag yang terbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau). Pemasangan
tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin
(siraman) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
5. Nyantri
Nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin wanita 1
sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan
dirumah saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk
menghindari terjadinya pindah wutah atau calon mempelai pria tidak datang pada hari
pernikahan.
6. Siraman
Siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti untuk
membersihkan diri menjadi suci dan murnii. Upacara siraman diakhiri dengan
memecah kendi. Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan
maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu (bahasa
Jawa) yang berarti pitulung (bahasa Jawa) yang berarti pertolongan.
7. Midodareni
Midodareni berasal dari kata dasar widodari (Jawa) yang berarti bidadari. Malam
Midodareni biasanya berlangsung pada pukul 18.00 – 24.00. Pada saat malam
midodareni biasanya kerabat mempelai pengantin pria diperboolehkan masuk ke
kamar untuk memberikan nasehat-nasehat kepada calon mempelai wanita.
8. Ijab
Ijab atau ijab qobul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin.
Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan /
menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima
pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin
perempuan.
9. Sungkeman
Ritual sungkeman merupakan ritual yang tidak boleh terlewatkan dalam acara
pernikahan adat Jawa, khususnya Yogyakarta. Acara ini merupakan salah satu acara
yang sakral dimana kedua mempelai meminta restu pada kedua orang tua mereka.
Ketika melakukan sungkeman kedua mempelai pengantin berjongkok dan seolah-olah
menyembah kedua orang tua mereka.
10. Panggih
Panggih biasanya disebut temu manten, yaitu mempertemukan kedua calon mempelai
setelah acara iijab qabul selesai.
Nah itu dia Couples prosesi Pernikahan Adat Yogyakarta. Proses nya panjang tetapi
menarik bukan? Dengan menggunakan pernikahan adat Yogyakarta, Couples secara tidak
langsung sudah melestarikan budaya nusantara kita loh! Kalau untuk melangsungkan
pernikahan adat Yogyakarta, gausah ragu lagi deh, Couples! Gapoera Gallery Pernikahan
sudah expert dalam menjalankan pernikahan adat Yogyakarta. No ribet, no bingung.
Gapoera Gallery Pernikahan siap mewujudkan pernikahan tradisional Anda yang istimewa
sehingga acara pernikahan akan berjalan lancar!
Sumber : gapoeragallerpernikahan
Couples! Negara kita, Indonesia sangat kaya akan budaya dan adat istiadat, termasuk adat
istiadat pernikahan yang masih dijalankan hingga saat ini. Proses pernikahan adat tidaklah
sederhana. Ada serangkaian proses adat yang harus dilalui dari tahap awal hingga akhir.
Salah satunya yaitu Pernikahan Adat Suku Jawa. Suku Jawa terkenal memiliki proses adat
istiadat pernikahan yang panjang. Terdapat 3 jenis adat pernikahan suku Jawa, antara lain
Jawa Yogyakarta, Jawa Solo, dan Jawa Semarang. Kali ini kami akan fokus membahas
Pernikahan Adat Yogyakarta dulu ya, Couples! Yuk kita simak prosesi Pernikahan Adat
Yogyakarta ini.
1. Nontoni
Nontoni adalah tahap awal dalam proses menuju pernikahan. Nontoni adalah sebuah
prosesi untuk mengenalkan calon pengantin pria dan calon pengantin wanita. Nontoni
dalam bahasa Indonesia artinya melihat, hal ini dilakukan karena pada jaman dahulu
calon mempelai biasanya belum mengenal dan mengetahui siapa orang yang akan
dinikahinya.
2. Lamaran
Melamar artinya meminang, di prosesi ini, orang tua pihak laki-laki mendatangi orang
tua pihak permepuan untuk meminang calon pengantin perempuan. Biasanya pihak
keluarga laki-laki datang membawa oleh-oleh makanan ang terbuat dari ketan seperti
wajik, tetelan, wingko dll. Hal ini dilakukan karena ketan memliki sifat yang lengket,
diharapkan kelak pasangan pengantin dan besan akan lengket.
3. Peningsetan
Peningsetan berasal dari bahasa Jawa, yang berarti “pengikat” dalam bahasa
Indonesia. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu berisi berbagai
barang seserahan dan makanan yang harus diserahkan pihak pria kepada pihak wanita.
4. Tarub
Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi
tratag yang terbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau). Pemasangan
tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin
(siraman) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
5. Nyantri
Nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin wanita 1
sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan
dirumah saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk
menghindari terjadinya pindah wutah atau calon mempelai pria tidak datang pada hari
pernikahan.
6. Siraman
Siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti untuk
membersihkan diri menjadi suci dan murnii. Upacara siraman diakhiri dengan
memecah kendi. Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan
maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu (bahasa
Jawa) yang berarti pitulung (bahasa Jawa) yang berarti pertolongan.
7. Midodareni
Midodareni berasal dari kata dasar widodari (Jawa) yang berarti bidadari. Malam
Midodareni biasanya berlangsung pada pukul 18.00 – 24.00. Pada saat malam
midodareni biasanya kerabat mempelai pengantin pria diperboolehkan masuk ke
kamar untuk memberikan nasehat-nasehat kepada calon mempelai wanita.
8. Ijab
Ijab atau ijab qobul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin.
Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan /
menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima
pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin
perempuan.
9. Sungkeman
Ritual sungkeman merupakan ritual yang tidak boleh terlewatkan dalam acara
pernikahan adat Jawa, khususnya Yogyakarta. Acara ini merupakan salah satu acara
yang sakral dimana kedua mempelai meminta restu pada kedua orang tua mereka.
Ketika melakukan sungkeman kedua mempelai pengantin berjongkok dan seolah-olah
menyembah kedua orang tua mereka.
10. Panggih
Panggih biasanya disebut temu manten, yaitu mempertemukan kedua calon mempelai
setelah acara iijab qabul selesai.
Nah itu dia Couples prosesi Pernikahan Adat Yogyakarta. Proses nya panjang tetapi
menarik bukan? Dengan menggunakan pernikahan adat Yogyakarta, Couples secara tidak
langsung sudah melestarikan budaya nusantara kita loh! Kalau untuk melangsungkan
pernikahan adat Yogyakarta, gausah ragu lagi deh, Couples! Gapoera Gallery Pernikahan
sudah expert dalam menjalankan pernikahan adat Yogyakarta. No ribet, no bingung.
Gapoera Gallery Pernikahan siap mewujudkan pernikahan tradisional Anda yang istimewa
sehingga acara pernikahan akan berjalan lancar!
Sumber : gapoeragallerpernikahan
Komentar
Posting Komentar